Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts

Pria Lebih Menderita Akibat Putus Cinta

Hubungan cinta tidak selamanya berjalan mulus. Ada yang sukses hingga ke jenjang pernikahan dan kemudian membuahkan anak. Namun lebih banyak hubungan cinta yang berakhir prematur dengan kedua pihak kembali menjalankan kehidupan lajangnya masing-masing. Ada yang berakhir baik-baik dengan keduanya saling mengucapkan terima kasih dan masih menjadi teman dekat. Ada pula yang berakhir tidak baik dengan keduanya saling mengucapkan sumpah serapah dan berurai air mata. Bagaimanapun juga, hubungan cinta yang kandas pasti sedikit banyak menimbulkan penderitaan bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Pihak mana sebenarnya yang paling menderita akibat putus cinta?

Prialah yang sebenarnya paling menderita, menurut David Zinczenko, kolumnis majalah Men’s Health. Ia menolak anggapan umum bahwa pria lebih tegar daripada wanita dalam menghadapi putusnya hubungan percintaan. Apa saja alasannya?

Pria Menyembunyikan Perasaannya. Ketika seorang pria diputuskan oleh pasangannya, biasanya ia akan sesumbar: Biar saja, life still goes on. Caranya? 26% pria yang mengisi survei online Men’s Health melakukannya dengan minum-minum bersama teman-temannya. 36% pria akan menatap mantan pacarnya, tersenyum, dan mengucapkan terimakasih. Faktanya, kedua hal tersebut dilakukan pria untuk menutup-nutupi perasaannya. Ini adalah reaksi yang alamiah; gender pria dikondisikan masyarakat untuk tidak gampang menunjukkan perasaan, apalagi perasaan yang membuatnya terlihat lebih lemah. Namun represi ini juga berakibat sulitnya menghilangkan perasaan terluka, marah, atau sedih dari dirinya. Sebaliknya, wanita yang putus cinta biasanya langsung menangis (atau mengekspresikan emosinya) saat itu juga, dan wanita juga cenderung lebih to-the-point ketika mengakhiri hubungan cinta. Akhirnya mereka akan lebih cepat menghilangkan perasaan-perasaan negatif itu dibandingkan pria.

Pria Punya Lebih Sedikit Teman Curhat. Salah satu alasan mengapa wanita lebih cepat pulih dari penderitaan pasca putus cinta daripada pria adalah karena wanita memiliki lebih banyak teman yang bisa diandalkan untuk bercerita. Penelitian menunjukkan bahwa pria mengandalkan hubungan cinta untuk mendapatkan kedekatan emosional dan dukungan sosial, sementara wanita bisa mendapatkan hal yang sama dengan keluarga dan teman sesama wanita. Begitu wanita mengalami putus cinta, ia akan bercerita kepada siapa saja, kalau perlu kepada orang yang tidak dikenal yang duduk di sebelahnya di bis umum, agar perasaannya bisa lebih enak. Pria, di sisi lain, cenderung lebih enggan membuka diri untuk soal ini. Mungkin baru beberapa bulan kemudian, ketika dalam keadaan setengah teler, baru ia berani bercerita kepada teman-teman prianya mengenai betapa inginnya ia kembali lagi dengan si mantan.

Pria Tidak Suka Memulai Dari Awal Lagi. Setelah putus cinta, pada awalnya pria mungkin akan merasa semangat membayangkan wanita-wanita yang akan ia kencani di masa depan. Namun setelah kencan yang keempat, kesembilan, atau ketigabelas kalinya, barulah ia sadar kalau dibutuhkan usaha keras dan waktu yang panjang untuk sampai pada tingkat keintiman yang pernah ia alami bersama mantannya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih mampu menyesuaikan diri ketika hubungan berakhir karena sebelumnya mereka sudah memikirkan adanya kemungkinan itu, sementara pria biasanya lebih tidak siap dengan putus cinta. Perasaan nyaman secara emosional membuat pria merasa beruntung bisa memiliki seseorang seperti dia. Sayangnya, hal ini seringkali baru disadari ketika si dia sudah berubah status menjadi mantan pacar.

Gambaran Pacaran Pria Yang (Terlalu) Ideal. Banyak kasus putus cinta merupakan reaksi sesaat atas apa yang dirasa sebagai kebosanan; bosan dengan aktivitas, pembicaraan, dan pertengkaran yang itu-itu saja. Kalau kembali melajang, pria mungkin merasa ia akan menjalani hidup yang lebih menarik; tanpa komitmen, bebas pergi ke mana saja, dan bebas bergaul dengan wanita-wanita yang bisa dijadikan pacar baru. Barulah ketika benar-benar melajang ia sadar bahwa hidupnya tidak menjadi seperti itu, bahkan sekarang waktunya tersita oleh pekerjaan. Ia pun kembali merindukan keintiman yang dia alami pada masa pacaran dulu. Penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih tinggi skornya daripada pria dalam hal keintiman sosial, seksual, dan intelektual. Dan biasanya wanita juga lebih cepat menyadari bahwa keintiman adalah dasar dari hubungan yang tahan lama, dan bukannya sekedar variasi aktivitas.

Menurut Zinczenko pula, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria lebih rentan mengalami stres, depresi, dan kecemasan ketika putus cinta dibandingkan dengan wanita. Itu menurut dia. Bagaimana pendapat anda? Apakah anda memiliki pengalaman yang membenarkan atau menyangkal pendapat ini?

Sumber: Disarikan dari Berbagai Sumber

Continue Reading >>>>>>

Pacaran Jarak Jauh

Ada yang bilang pacaran jarak jauh sungguh merepotkan dan sulit dipertahankan, ada juga yang bilang pacaran jarak jauh justru lebih nikmat. Cinta memang perlu pengorbanan, salah satunya adalah jarak dan waktu, tapi bukan berarti tak ada trik untuk mengatasinya. Coba saja beberapa trik berikut ini.

Nah, biar cinta di antara Anda dengan dia yang tinggal nun jauh di sana tetap segar, perlu beberapa trik yang harus dijalani. Berikut di antaranya:

1. Jadikan jarak bukan suatu masalah
Pernyataan ini adalah hal pertama yang harus bisa dimantapkan dalam diri Anda dan pasangan. Tentu saja karena kemajuan teknologi sudah semakin canggih. Apa pun bisa dijadikan alat untuk mempertemukan Anda berdua. Misalnya saja dengan memanfaatkan media telepon atau internet. Intinya jangan lewatkan setiap saat untuk bisa berkomunikasi. Anda berdua juga jangan berkecil hati, pasalnya banyak kok, pasangan yang dekat dan sering ketemu namun bawaannya hanya berantem terus dan akhirnya putus! Jadi buat Anda yang kebetulan punya belahan hati, entah itu beda kota atau bahkan beda negera sekalipun, jangan khawatir. Justru dengan long distance ada kesempatan saling menguji diri dan memupuk rasa cinta.

2. Kepercayaan di atas segalanya
Kunci kesuksesan suatu hubungan adalah kepercayaan di atas segalanya. Dengan demikian Anda tidak akan berpikir macam-macam ataupun mencemburui apa yang sebenarnya tak pernah dilakukan pasangan Anda. Menduga-duga dan terus berpikiran negatif tentu akan makan hati. Makanya lebih baik memantapkan hati untuk terus percaya dan setia padanya. Akan tetapi hal ini tentu saja bila Anda kenal betul karakternya. Lain hal bila ternyata dia adalah tipe yang mudah berpindah ke lain hati. Yang pasti saling percaya bukan berarti langsung tutup mata.

3. Usahakan selalu berkomunikasi
Setia dan percaya bukan berarti jarang-jarang keep in touch dengan pasangan. Apalagi belakangan perkembangan teknologi semakin memudahkan segalanya. Anda bisa melihat tampang keren atau cantiknya pasangan Anda lewat webcam. Kualitas hubungan memang penting, tapi kuantitas juga perlu diperhatikan. Usahakan minimal punya waktu-waktu tertentu, untuk menghubungi atau dihubungi si dia.

4. Isi waktu kesendirian dengan hal bermanfaat
Diakui godaan yang terbesar bila punya kekasih yang jauh adalah bete saat sendirian. Apalagi bila malam Minggu tiba, di mana semua teman-teman sibuk berkencan ria dengan pasangan masing-masing. Kesepian dan juga iri tentu saja berkecamuk dalam diri. Kalau sudah begini, jangan pernah berpikir untuk mengakhiri hubungan. Lebih baik Anda menenggelamkan diri pada segala kesibukan yang positif arahnya. Misalnya saja dengan ikutan klub ataupun kelompok-kelompok gaul. Kalaupun Anda harus menghadiri resepsi, tak ada salahnya mengajak adik atau teman dekat untuk menemani. Ingat lirik lagu yang dibawakan Ricky Martin dan Christina Aguilera, Nobody Want To Be Lonely.

5. Selalu kirim foto terbaru
Sebagai obat kangen, selain mengandalkan komunikasi juga nggak boleh lupa saling bertukar foto terbaru. Dengan begitu, selain tahu perkembangan dan perubahan rutinitas pasangan, Anda juga bisa tahu perubahan fisik yang dialami pasangan Anda. Jangan kaget kalau mendadak si dia berubah menjadi ndut! Tentu saja cara pengiriman foto juga akan lebih mudah lewat e-mail.

6. Saling berkunjung
Selain bertukar foto terbaru, yang tak boleh dilupakan adalah meluangkan waktu untuk bisa mengunjungi sang kekasih. Jangan terus-terusan berharap dia yang akan menjenguk Anda. Nggak masalah juga kok walau kamu cewek. Cari saat yang tepat, misalnya waktu libur panjang. Pasti, doi akan merasa surprised banget menyambut kedatanganmu.

7. Berantem Tak berarti putus!
Pacaran jarak jauh bukan jaminan nggak akan pernah mengalami saat-saat berantem. Mungkin saya si dia mendengar gosip macem-macem tentang Anda yang tidak benar. Salah-salah tentu saja setiap kali pembicaraan akan dipadati dengan luapan kemarahan. Kalau sudah seperti ini, jangan dulu emosi, apalagi langsung mencanangkan kata putus! Kamu berdua juga harus menyadari, mungkin dia dapat info dari orang yang salah. Atau juga mungkin karena saking kangennya sama Anda, akhirnya dia jadi punya pikiran yang aneh-aneh.

Beri pengertian padanya, kalian sudah lama terpisah dan jarang bertemu. Jadi, kenapa nggak sesekali bertemu atau mengobrol tentang segala hal yang ingin sekali diketahui pasangan Anda. Sadari juga kemungkinan kalian sama-sama jenuh karena saling berjauhan dan nggak bisa curhat. Perlu diwaspadai juga, ada banyak "musuh" yang mungkin ingin melihat hubungan Anda berakhir. Yang pasti Anda harus waspada, namun tanpa melepas rasa percaya dan kesetiaan Anda.


Sumber: Berbagai Sumber

Continue Reading >>>>>>

Istri Lebih Tua Dari Suami

Umumnya masyarakat cenderung memberi penilaian negatif kepada wanita yang menikah dengan pria yang lebih muda. Bermacam persepsi pun dilayangkan kepada hubungan asmara seperti ini. Mungkin ini saatnya kita belajar untuk melihat sisi positif hubungan asmara dimana usia suami lebih muda daripada istri.

Wanita yang berhubungan atau menikah dengan pria yang lebih muda sering dianggap 'tidak normal'. Rumah tangga semacam ini juga dianggap berpotensi besar menghadapi masalah. Benarkah demikian?

Berikut beberapa hambatan yang seringkali dialami pasangan dengan jarak usia cukup jauh:
1. Anggapan Miring
Banyak orang terutama kaum wanita sendiri yang menghindari dan memandang negatif menjalin asmara dengan pria yang lebih muda. Banyak kisah asmara yang sejenis kandas di tengah jalan, karena hambatan dari dalam diri sendiri, tentangan dari banyak orang, terutama dari orangtua, dan anggapan negatif dari masyarakat. Bahkan, gejala ini juga mendapat label yang seolah-olah ilmiah, oedipus complex, seakan-akan hubungan asmara antara wanita lebih tua dengan pria lebih muda adalah gangguan mental.

Anggapan masyarakat terhadap hubungan asmara seperti ini, juga pada masyarakat Barat yang konon lebih liberal, yang memang kurang menguntungkan cukup tergambar dengan jelas. Contohnya, lihatlah film Mrs. Robinson yang menggambarkan pahitnya hubungan cinta bila si wanita jauh lebih tua dari prianya. Sebaliknya, film Pretty Woman misalnya, yang menggambarkan kisah asmara yang 'umum' 'pria lebih tua dari wanitanya' penuh dengan adegan manis dan berakhir bahagia.

Tapi jangan buru-buru melabel seseorang berkencan dengan 'daun muda' bila usia mereka hanya terpaut 2 atau 3 tahun saja. Biasanya yang disebut perbedaan usia yang jauh adalah bila jarak usia mereka di atas 10 tahun.

2. Masalah Kesenjangan
Menurut para pakar sex dan keluarga, anggapan miring masyarakat bukan satu-satunya masalah ketika seorang wanita mencintai pria yang lebih muda. Mereka juga memiliki masalah internal yang lebih besar, yaitu kesenjangan usia mereka sendiri. Perbedaan usia "apalagi jika perbedaannya terlalu jauh" bisa berarti perbedaan gaya hidup dan juga energi.

Pria lebih muda cenderung membutuhkan aktivitas yang bagi wanita berumur terlalu menghabiskan energi, misalnya kongkow di kafe bersama teman-temannya. Sementara wanita yang lebih tua cenderung melakukan aktivitas yang lebih tenang, yang bagi pria muda terlalu membosankan, misalnya membaca buku di rumah. Perbedaan pilihan aktivitas itu saja, papar Sherven, cukup berpotensi menimbulkan konflik.

3. Persepsi Daya Tarik
Faktor hambatan lainnya, yang paling berbahaya, adalah persepsi wanita terhadap daya tarik fisiknya. Wanita, apalagi yang sudah menjelang masa menopause, sering berpikir dirinya tidak menarik lagi. Sehingga, mereka cenderung curiga jika ada pria yang lebih muda mendekatinya.

Selain itu, body lmage negatif juga merugikan wanita sendiri. Jika Anda berpikir Anda sudah tidak menarik lagi, Anda sudah setengah jalan menuju hilangnya daya tarik Anda. Dan, anggapan yang menyatakan wanita lebih cepat tua jika menikah dengan pria yang lebih muda bisa jadi kenyataan.

Pasti Ada Positifnya
Jika Anda terlibat hubungan seperti itu, dan merasa terganggu, jangan menyerah. Jalan yang paling mudah adalah dengan terus berpikir positif. Dan memang, hubungan semacam ini memang memiliki banyak segi positifnya. Misalnya:
1. Perbedaan antara Anda dan si dia yang lebih muda bisa memperkaya kualitas hubungan. Misalnya, wanita yang lebih tua bisa membagi pengalamannya yang mungkin lebih kaya, sementara si pria yang lebih muda memberi ide-ide serta semangat baru.

2. Anda memberinya 'perlindungan'. Memang ada beberapa pria yang lebih menyukai hubungan dengan wanita lebih tua yang lebih matang dan berpembawaan tenang. Mereka umumnya berpendapat wanita seusianya atau yang lebih muda terlalu banyak bicara dan masih labil.

3. Dengan sikap yang tepat, hubungan dengan pria yang lebih muda bisa membuat Anda 'awet muda'. Pria lebih muda yang mencintai Anda yang mulai khawatir karena kulit mulai tak kencang lagi, bisa menambah rasa percaya diri.

4. Berlawanan dengan anggapan umum, hubungan cinta seperti ini bisa berhasil, asalkan Anda berdua menyadari dan menerima bahwa Anda berdua memang berbeda.

The Older, the Better
Sementara ada beberapa kondisi yang menurun seiring dengan bertambahnya usia, beberapa kondisi lainnya justru membaik. Kabar baiknya lagi, kondisi yang membaik tersebut adalah hal-hal yang justru sering dianggap pria sebagai kelemahan wanita berusia muda. Apa saja itu?

1. Sex
Wanita yang lebih tua seringkali lebih terbuka dalam masalah sex dan juga lebih mampu menikmatinya dibanding wanita yang lebih muda. Lagi juga berdasarkan beberapa penelitian, puncak energi seksual wanita justru dicapai pada usia pertengahan 30-an sampai awal 40-an. Hasrat sex tersebut bahkan lebih besar lagi jika wanita bersangkutan sudah mencapai puncak karirnya atau mapan secara finansial. Karena itu, wanita berumur merupakan pasangan sex yang tepat bagi pria muda yang justru memuncak hasratnya di usia yang relatif lebih muda.

2. Sikap Hidup
Pengalaman adalah guru menuju kebijakan, kata sebuah pepatah. Maka tak heran jika wanita yang lebih tua cenderung memiliki pandangan dan sikap hidup yang lebih positif, serta lebih bijak dibanding wanita muda. Sikap ini sangat menguntungkan, karena pria muda yang sedang menggebu-gebu semangatnya mengejar impiannya membutuhkan tempat 'berlabuh', seseorang yang mau mendengarkan impian dan harapannya, serta memberikan simpati dan dukungan saat ia gagal.

3. Menghargai Hidup
Bertambahnya usia sering mengingatkan seseorang betapa makin dekatnya ia dengan saat terakhir dalam hidupnya. Hal tersebut seringkali membuat wanita lebih tua makin menghargai hidupnya, dan setiap pengalaman yang dialaminya. Dengan begitu, mereka lebih dapat menghargai cinta yang diberikan seorang pria, apalagi yang lebih muda, dan membalasnya dengan sepenuh hati. Pikiran wanita muda yang masih 'bebas' cenderung membuat mereka tak mampu membalas cinta pria sebesar wanita yang lebih tua.

Beberapa kiat menjaga hubungan cinta berumur dengan pria yang jauh lebih muda, yaitu:
1. Menjaga penampilan Anda, terutama sekali dengan membuang jauh-jauh perasaan negatif terhadap penampilan fisik.

2. Tonjolkan kelebihan non-fisik, karena Anda tentu tak bisa menyaingi daya tarik fisik wanita yang lebih muda. Misal, dengan menunjukkan pengertian dan dukungan penuh pada ambisi pacar atau suami Anda yang lebih muda.

3. Jangan memaksakan diri untuk mengikuti gaya hidup atau aktivitas suami bila Anda tak menyukainya. Tunjukkan saja kalau Anda memberinya ruang untuk berekspresi sesuai usianya, walau Anda mungkin kurang berminat.


Sumber: Berbagai Sumber

Continue Reading >>>>>>

Kesalahan Pria Bikin Wanita Kehilangan Gairah

Seharusnya acara bercinta dapat memberi kenikmatan bagi kedua belah pihak baik bagi pria maupun wanita yang menjadi pasangannya, namun kenyataannya acara bercinta tak selalu menjadi acara yang "paling ditunggu-tunggu" oleh kaum wanita. Mengapa?

Ternyata ini ada hubungannya dengan cara pria melakukan foreplay yang membuat wanita jadi ilfil (ilang feeling) atau jadi tidak tertarik lagi dengan urusan ranjang. Yuk kita lihat apa saja sih kesalahan kaum Adam ini:

1. ‘Membersihkan’ telinga pasangan, merupakan ide yang buruk
Pria sering mengira, dengan jilatan lidah di telinga pasangannya, maka untuk menuju ke langkah berikutnya akan lebih ‘mulus’. Padahal, tindakan pria ‘membersihkan’ telinga pasangannya hingga basah hanya akan membuat wanita merasa geli dan ingin tertawa sekeras-kerasnya. Nah, agar ia tidak melakukan ‘kesalahan’ berikutnya, katakan padanya untuk memberikan gigitan kecil pada daun telinga Anda secara lembut. Kemudian arahkan ia untuk memberikan sedikit stimulasi dengan menghembuskan napas pada telinga Anda secara perlahan.

2. Gaya ciuman Anda yang buruk merupakan gangguan buatnya
Seharusnya sebuah ciuman itu bisa menghasilkan gairah dan bukan gangguan. Itulah sebabnya mengapa wanita sangat membenci jika air liur pasangannya tiba-tiba menjadi banyak bahkan berlebihan saat berciuman dengannya. Jika Anda mengalami situasi ini, berikut solusinya: Saat memulai berciuman dengannya, cobalah untuk mengontrol keluarnya air liur Anda dengan cara menelannya. Cara ini memang membutuhkan kesabaran dan latihan, tapi dengan usaha keras Anda, dijamin Anda tak akan memerlukan waktu yang lama untuk membuat pasangan Anda bahagia kembali.

3. Tidak sabar dengan foreplay
Pria kadang tak terlalu sabar untuk melakukan foreplay pada pasangannya. Padahal pada dasarnya, wanita hanya membutuhkan ‘sedikit’ waktu untuk membangkitkan gairahnya. Jadi, minta ia untuk memanfaatkan keinginan Anda ini sebagai jalan mulus untuk mencapai hasrat Anda berdua. Jangan terburu-buru saat melakukan foreplay, agar tidak ada bagian dari tubuhnya yang terlewat oleh sentuhan tangan Anda.

4. Menggigit dan memainkan puting dengan jari = siksaan!
Bagi pria dan wanita, bagian ini merupakan area sensitif yang harus diperlakukan dengan sangat hati-hati. Tapi terkadang prialah sebagai pihak yang sering melalaikan ‘peraturan’ ini. Katakan padanya, tak perlu menggigit atau menggunakan gerakan tangan yang agresif untuk menstimulasinya, cukup perlakukan bagian ini dengan lembut dan sangat hati-hati, seperti mengulum dan mempermainkannya dengan lidah.


Sumber: Berbagai Sumber

Continue Reading >>>>>>

Mitos Pernikahan

Umumnya kaum pria takut terikat dalam komitmen "tingkat tinggi" seperti pernikahan. Ini disebabkan karena berbagai mitos yang salah dan informasi yang kurang akurat tentang pernikahan. Jadi, agar Anda tak terjebak dengan mitos yang salah. Lebih baik ketahui dahulu kebenarannya berikut ini.

Mitos 1: Untuk menikah, pria dan wanita harus memiliki pemikiran, kebiasaan dan pandangan hidup yang sama.
Salah besar! Secara fisik pria dan wanita sudah diciptakan sebagai makhluk yang total berbeda. Apalagi secara psikologis dan latar belakang kehidupannya. Justru dengan pernikahan diharapkan Anda berdua bisa menyatukan dua perbedaan untuk satu tujuan. Perbedaan membuat Anda berdua saling belajar untuk memahami, bekerjasama, saling menghormati dan saling mendukung.

Mitos 2: Pertengkaran antara suami istri adalah tanda-tanda buruk menuju perpisahan.
Salah. Justru dengan menikah, suami istri bisa bertengkar dengan bebas, tanpa resiko putus atau patah hati. Debat yang cukup sering justru jadi tanda 'hidupnya' sebuah perkawinan. Namun, ingatlah setiap pasangan pasti mempunyai cara yang berbeda dalam memecahkan dan menyelesaikan permasalahan.

Mitos 3: Menikah berarti memiliki teman kencan seumur hidup.
Benar. Tapi ini bukanlah satu-satunya alasan Anda untuk menikah. Tapi paling tidak kini Anda sudah tahu dengan siapa Anda akan menghabiskan akhir minggu atau waktu libur lainnya. Suami atau istri tak hanya siap menjadi teman di setiap saat. Tapi ia juga siap sebagai sahabat, saat Anda berada di tempat yang tidak menyenangkan sekalipun.

Mitos 4: Perkawinan selalu menuntut romantisme.
Ayolah! Kita ini hidup dalam dunia nyata dan bukan dalam cerita novel atau sinetron. Romantis bukan berarti Anda harus selalu berdua kemanapun pergi, dan bukan pula mesra setiap waktu sampai membuat orang lain jengah melihat. Romantis bisa Anda wujudkan dengan cara sederhana, misalnya berbagai cerita saat pulang kantor, berbagi sepotong burger, membantu istri memasak atau membantu si dia memilih kemeja kerja setiap pagi.

Mitos 5: Menikah = Menjadi dewasa.
Benar. Ada nasehat lama ada yang mengatakan, "Pria bisa dikatakan dewasa apabila dia berani mengambil keputusan untuk menikah". Menikah memang tidak bisa langsung menjadikan Anda lebih dewasa. Tetapi menuntut Anda berdua untuk bertingkah dewasa serta membuat Anda lebih bertanggung jawab pada urusan rumah, meski urusan yang sepele sekalipun.

Menikah memang bukan keputusan yang mudah, karena perkawinan yang sukses membutuhkan kerja keras antara kedua belah pihak secara terus menerus. Tapi jangan khawatir, usaha tersebut tak sekeras seperti yang Anda bayangkan kok..

Sumber: Berbagai Sumber

Continue Reading >>>>>>

Tanda-Tanda Dia Jodoh Anda

Ketika cinta baru melanda, semua terasa indah. Namun seiring berjalannya waktu, mungkin Anda dan si dia merasa sudah waktunya mengikat janji sehidup semati di depan penghulu. Nah agar Anda merasa pasti bahwa si dia adalah pasangan terbaik dan paling tepat bagi Anda. Berikut beberapa pertanda yang wajib ada dalam hubungan Anda berdua.

Pertanda 1
Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan sepele atau besar. Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain. Nah, apakah Anda sudah merasakan hal tersebut? Jika ya, selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!

Pertanda 2
Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat? Jika tidak, (maaf) kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.

Pertanda 3
Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan...

Pertanda 4
Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan.. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat.

Pertanda 5
Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dan dia selalu bisa memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat PMS Anda datang menyerang? Dia cepat-cepat datang dan mencarikan obat tatkala mendengar kabar Anda sakit? Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya...

Pertanda 6
Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak peduli dengan masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya. Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah siap menerima Anda apa adanya.

Pertanda 7
Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil 'buruk' di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.

Pertanda 8
Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan!


Sumber: Berbagai Sumber

Continue Reading >>>>>>

Cara Pulih dari Putus Cinta

1. Telepon seorang teman. Teman-teman terdekat atau sahabat adalah orang-orang yang paling tepat untuk membantu melalui masa-masa sulit. Mereka bisa jadi pendengar yang hebat; mereka membantu Anda menyadari hal-hal yang tidak terlihat oleh Anda, dan mereka adalah teman-teman yang paling enak untuk menemani Anda minum. Bicaralah dengan mereka.

2. Makanlah. Mungkin tidak baik bagi berat badan Anda tapi makan pasti akan meredakan stress setelah putus cinta. Pilihlah makanan yang rendah kalori.

3. Tidurlah. Istirahatlah dengan baik. Usahakan jangan terlalu banyak berpikir. Semakin Anda memikirkannya, semakin Anda merasa tidak enak. Mandilah, minum susu kemudian tidur selama 8 jam penuh. Besok paginya, Anda akan merasa lebih baik.

4. Bacalah buku roman. Ini adalah ide menarik yang dikemukakan salah seorang anggota women-in-asia.com. Setelah membaca buku-buku tersebut, mungkin Anda akan menyadari ternyata mantan Anda tidak sehebat yang Anda anggap. Kemungkinan di luar sana ada banyak pria yang jauh lebih ganteng dan lebih baik yang menunggu Anda.

5. Mulailah memikirkan prioritas-prioritas lain. Masih banyak hal lain yang layak dipikirkan daripada sebuah hubungan. Teleponlah teman-teman Anda, keluarga atau alihkan perhatian pada pekerjaan Anda. Kalau Anda menggunakan waktu Anda secara efisien, Anda mungkin bahkan tidak punya satu menitpun untuk memikirkan mantan Anda.

6. Lebih banyak berolah raga. Ubah penampilan Anda menjadi lebih gres, segar dan menakjubkan. Anda akan merasa luar biasa! Bila suatu hari mantan Anda melihat Anda lagi, ia akan memukul dadanya dan berkata. “Bodoh sekali aku membiarkan wanita yang begitu hebat lepas...” Ia pasti akan menyesalinya sepanjang hidupnya!

7. Jangan pernah mengecewakan diri Anda sendiri. Putus cinta tidak berarti kiamat. Kalau Anda mulai menyalahkan diri sendiri, lambat laun Anda sendiri akan mulai merasa kecewa. Jangan sekali-kali putus harapan pada diri sendiri. Lebih percaya dirilah dan Anda akan merasa lebih baik.

8. Jangan pernah minta balik. Semakin kita berusaha saling mempertahankan, akan semakin buruk akibatnya.

9. Jangan mengubah diri untuk menyenangkan si dia. Kalau mantan Anda memutuskan Anda gara-gara penampilan fisik atau kepribadian, jangan pernah mau menerima alasan-alasan seperti itu karena seringkali itu semua hanya alasan untuk menyingkirkan Anda. Tetaplah jadi diri sendiri.

10. "Perbaharui dirimu” Item #9 mengatakan jangan mengubah diri Anda untuk menyenangkan si dia. Tapi, tidak ada salahnya meneliti penampilan Anda dengan seksama dan “Memperbaharui “ diri. Cobalah gaya rambut baru, beli pakaian tren terbaru, pergi ke salon untuk cuci muka dan masker atau untuk manicure .... inilah cara-cara “memperbaharui” diri dan membuat Anda terlihat dan merasa lebih baik.


Berbagai Sumber

Continue Reading >>>>>>