Ada sebuah pilihan cara bersalin yang lebih nyaman. Namun, sebaiknya kenali lebih jauh seluk beluk bius epidural ini.
Apa sih , bius epidural itu?
Bius epidural merupakan salah satu jenis pembiusan yang banyak digunakan untuk membantu proses persalinan.
Cara pembiusannya?
Pembiusan dilakukan oleh seorang ahli anestesi setelah Anda mulai merasakan terjadinya kontraksi. Sebelumnya, Anda akan disuntik melalui vena (intravena) dengan larutan khusus sebanyak 1-2 liter untuk membantu keseimbangan cairan dalam tubuh. Pemberian larutan ini akan terus berlangsung hingga proses persalinan selesai.
Selanjutnya, Anda disuruh berbaring miring sambil menekuk/melengkungkan tubuh sedemikian rupa, sehingga ruas-ruas tulang belakang Anda terbuka lebar. Caranya, pertemukan dagu dengan dada, serta dengkul Anda dengan perut.
Kemudian, obat bius akan dimasukkan menggunakan jarum suntik melalui suatu celah pada ruas tulang belakang untuk mencapai bagian yang disebut epidural. Bagian ini ada pada jalur sistem saraf pusat tulang belakang.
Sakitkah?
Ya, tentu saja Anda akan merasakan sakit yang agak menggigit saat jarum suntik menembus celah ruas tulang belakang. Bahkan ada orang yang mengalami sedikit pembengkakan pada bekas suntikan, sampai beberapa hari setelah proses persalinan selesai.
Bagi Anda yang operasi Caesar, seringkali timbul rasa seperti ada yang mengganjal di tulang belakang sampai beberapa minggu setelah persalinan. Rasa sakit ini akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.
Harus terus berbaringkah?
Ya! Anda harus tetap berbaring di tempat tidur sampai saat persalinan tiba. Tapi, selama menunggu, Anda diperbolehkan untuk berbaring menyamping dengan kepala lebih tinggi sekitar 30 derajat dari tubuh.
Apa yang terjadi setelah dibius?
Umumnya, 3-5 menit setelah obat disuntikkan, sistem saraf dari bagian rahim hingga jalan lahir akan mati rasa (kebas). Setelah lewat 10 menit, biasanya Anda sudah akan benar-benar mati rasa pada daerah tersebut, atau hingga seluruh bagian bawah tubuh Anda.
Apakah menghilangkan kemampuan mengejan?
Tidak! Anda tetap dapat mengejan dengan dibimbing dokter dan perawat yang membantu persalinan. Obat bius itu tidak menghambat proses persalinan. Hanya saja, Anda tidak akan merasakan nyeri luar biasa saat kontraksi semakin keras, di menit-menit terakhir sebelum si kecil lahir.
Namun, bagi Anda yang kehilangan kemampuan untuk mengejan, dokter akan membantu menggunakan forcep atau alat vakum. Sekalipun tindakan tersebut sebenarnya menambah besarnya risiko bagi bayi, tapi bila didukung oleh keterampilan dokter, maka Anda tak perlu khawatir berlebihan.
Apakah proses persalinan lebih lambat?
Ya dan tidak. Pada kasus-kasus tertentu, bius epidural menyebabkan persalinan berlangsung lebih lambat. Tapi, pada banyak kasus, justru sebaliknya. Persalinan menjadi lebih cepat karena si ibu menjadi jauh lebih rileks, karena nyaris tidak merasakan nyeri saat kontraksi berlangsung.
Obat bius masuk ke tubuh bayi?
Ya, pasti! Tapi, hanya dalam dosis sangat rendah. Sangat sedikit kasus yang dilaporkan mengenai dampak negatif dari obat bius epidural terhadap bayi yang baru dilahirkan. Hal ini biasanya terjadi pada persalinan yang berlangsung lama, misalnya karena terjadi komplikasi. Obat bius yang masuk ke dalam tubuh bayi, biasanya akan menyebabkan si bayi tampak teler atau mengantuk.
Amankah bius epidural?
Bius epidural merupakan jenis pembiusan yang relatif aman bagi ibu, dan juga bayinya. Walau demikian, kemungkinan adanya risiko atau dampak negatif tetap ada, mengingat begitu banyak faktor yang ikut terlibat. Sekali lagi, human error maupun risiko tak terduga tetap ada.
Apa saja risiko itu?
Risiko yang paling sering terjadi adalah penurunan tekanan darah ibu secara mendadak. Keadaan ini dapat membahayakan, baik bagi ibu maupun bayinya. Kemungkinan terjadinya risiko ini hanya 1-2%.
Selain itu, ada sejumlah risiko dari bius epidural yang dilaporkan oleh Vicki Elson, CCE, yang dimuat dalam Obstetric and Gynecology Journal edisi Oktober 1992. Antara lain:
Bagi ibu (untuk waktu pendek):
• Mual, muntah-muntah, menggigil.
• Merasa kehilangan emosi.
• Gangguan pada sistem pernapasan.
• Kejang-kejang.
• Pusing.
Bagi ibu (untuk waktu panjang):
• Komplikasi sistem saraf.
• Sakit pada bagian belakang tubuh (bisa menahun).
• Kehilangan kontrol untuk buang air kecil maupun air besar.
• Kehilangan sensasi pada bagian perinium (daerah antara vagina dan anus) dan fungsi seks.
• Terus-menerus merasa seperti tertusuk jarum.
Bagi bayi:
• Keracunan obat bius.
• Stres dan depresi.
• Teler saat dilahirkan.
• Kehilangan atau kurang refleks untuk mengisap puting.
• Demam karena mengalami penurunan suhu tubuh.
• Kekuatan dan kemampuan gerak otot tubuhnya kurang baik pada jam-jam pertama setelah dilahirkan.
• Hiperaktif sampai umur sekitar 7 tahun.
Benarkah menyebabkan kelumpuhan pada ibu?
Tidak juga. Angka kejadian itu amat sangat jarang, meski kemungkinannya tetap ada. Apabila Anda merasa ngeri, sebaiknya Anda memilih pembiusan umum biasa. Karena, bius epidural sebenarnya lebih ditujukan bagi mereka yang harus operasi Caesar.
Siapa saja yang tidak dianjurkan?
Mereka yang pernah mengalami luka, pernah operasi, atau memiliki gangguan pada bagian belakang tubuhnya, khususnya pada tulang belakangnya, sebaiknya membuang jauh-jauh keinginan untuk bersalin dengan cara ini. Juga, mereka yang menderita gangguan pada fungsi jantung serta kelainan darah, dan mereka yang alergi terhadap senyawa jenis kein , seperti kokain. Karena, sebagian besar jenis obat yang digunakan dalam pembiusan merupakan senyawa jenis kein.
Sumber: hypno-birthing.web.id
Plus Minus Bius Epidural
Hamil Muda vs Nafsu Makan
Pada awal kehamilan, calon ibu pasti akan merasakan mual yang luar biasa. Selain membuat calon ibu malas melakukan aktifitas, kondisi ini ternyata juga mempengaruhi selera makan sang ibu.
Meski sulit untuk menelan makan, usahakan agar ibu hamil tetap makan, walaupun sedikit. Sebab janin di dalam perut membutuhkan asupan nutrisi. Terlebih lagi, pada masa 8 minggu pertama kehamilan, otak janin mulai bertumbuh, dan proses ini membutuhkan dukungan nutrisi yang baik.
Penyebab
1. HcG (Human Chorionic Gonodotropin) adalah sejenis hormon yang dihasilkan oleh plasenta pada awal kehamilan. Keberadaan hormon tersebut di dalam darah memicu reaksi penolakan tubuh, karena dianggap sebagai benda asing. Penolakan tubuh inilah yang memicu sensai mual pada awal kehamilan. Dan rasa mual, seringkali menyebabkan ibu tidak bisa menelan makanan. Ketika fungsi plasenta telah sempurna, rasa mual ini akan hilang, sehingga ibu kembali dapat makan seperti biasa. Umumnya rasa mual akan berhenti pada usia kehamilan 12-14 minggu (awal trimester kedua).
2. Perubahan metabolisme glikogen hati pada ibu hamil biasanya menyebabkan rasa tidak nyaman, dan penuh pada perut bagian atas, sehingga ibu enggan untuk makan.
3. Faktor psikis juga berpengaruh terhadap nafsu makan calon ibu. Misalnya, apakah calon ibu memang mengharapkan kehamilannya atau tidak.
4. Gangguan enzim. Saat hamil, enzim-enzim pencernaan cenderung berubah, sehingga jika seorang ibu sebelum hamil tidak memiliki keluhan tukak lambung, bisa jadi ketika hamil merasakan gangguan ini.
5. Ibu hamil terlalu pilih-pilih makanan karena cemas memikirkan efek makanan itu bagi kesehatan kehamilannya. Kondisi ini membuat ibu hamil terpaksa mengonsumsi makanan yang mungkin tidak ia sukai.
Tidak nafsu makan, jangan dituruti!
Jika calon ibu tidak mau makan sama sekali dikhawatirkan akan terjadi ketidakseimbangan kadar hormon di dalam tubuhnya. Dalam jangka waktu tertentu, kondisi ini pasti akan membahayakan ibu dan janin.
Bagi ibu, asupan makanan dibutuhkan agar kondisi tubuh selama kehamilan selalu prima. Sedangkan bagi janin, asupan nutrisi diperlukan untuk mendukung pertumbuhan awal organ-organ tubuh, dan pembentukan otak. Perlu diketahui bahwa pertumbuhan otak yang optimal berkaitan erat dengan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh ibu.
Solusi
Biar sedikit ibu hamil harus tetap makan. Langkah tepat untuk menyiasati kondisi ini adalah:
* Usahakan untuk tetap makan lebih sering dalam porsi kecil.
* Jauhi makanan bersantan, atau bercitarasa dan beraroma tajam.
* Hindari makanan yang dapat memicu pembentukan gas dalam rongga perut, antara lain: kacang tanah yang biasa terdapat di bumbu ketoprak, gado-gado, sate, siomay dan sejenisnya.
* Perbanyak makan buah-buahan segar, seperti apel, jeruk, pisang, pepaya.
* Perbanyak minum air di antara dua waktu makan dan hindari minum pada saat makan.
Sumber: Berbagai Sumber
Sex Pasca Persalinan - Mitos dan Fakta
Sex paska melahirkan memang seringkali membuat pasutri menjadi bimbang. Banyak kekhawatiran yang biasanya melanda dan biasanya malu untuk ditanyakan kepada dokter maupun orang-orang terdekat. Akibatnya aktivitas bercinta jadi terganggu dan jika tidak ditangani dengan benar, bisa berbuntut panjang.
Bukan hanya kaum wanita saja yang punya kekhawatiran seperti itu yang menghambat untuk memulai kembali hubungan intim. Kaum suami pun bisa merasakan demikian. Apakah hubungan sex tidak akan menyakiti istri tercintanya, apakah masih seindah dulu ketika organ pribadi sang istri belum dijahit? Banyak pertanyaan berputar soal itu saja.
Wanita biasanya merasa takut berhubungan seksual karena meresa kondisi organ-reproduksinya belum pulih benar. Ditambah, kerena perubahan hormon yang mempengaruhi gairah seksual secara keseluruhan. Sedangkan pria mungkin enggan memulai kembali hubungan intim akibat kelelahan, karena iba, khawatir istrinya kesakitan, bisa juga merasa aneh karena kehadiran orang ketiga di kamar, takut bayi terbangun, dsb.
Alasan-alasan ini terus bermunculan dan memenuhi pikiran kebanyakan suami istri yang baru mendapatkan bayi. Akibatnya energi yang seharusnya disalurkan untuk berhubungan intim hilang seketika. Ritme hubungan suami istri pun jadi menurun. Padahal, berhubungan intim selain merupakan kebutuhan biologis punya banyak dampak positif bagi suami istri. Selain menambah keharmonisan, sejumlah penelitian menyebutkan bercinta dapat menurunkan tingkat stres hingga 60%, melancarkan sirkulasi darah, dan menambah awet muda.
Itu artinya, hubungan intim tetap perlu dipelihara bukan? Apalagi, alasan-alasan yang bermunculan umumnya dapat diatasi bila suami istri bersepakat. Bahkan, kebanyakan alasan yang muncul itu lebih berbau mitos daripada faktanya. Berikut ini beberapa fakta dan solusi mengenai sex pasca melahirkan:
Mitos: Hubungan Seks Merusak Episiotomi
Ketika periniem dijahit tentu ada ketakutan tersendiri jika harus berhubungan intim. Jangankan dimasuki suatu benda, untuk buang air kecil dan besar saja, rasanya perih dan harus hati-hati benar. Takut jika robek lagi.
Fakta dan Solusi:
Hampir semua persalinan normal membutuhkan episiotomi atau jahitan di bagian organ intim. Terutama bila bayi yang lahir berbobot besar, atau ibu mengangkat pinggulnya saat mengejan. Tindakan episiotomi akan diperlukan untuk mengembalikan kondisi perinium atau Miss V pada wanita. Biasanya jahitan akan mengering dalam waktu 7 hari dan dalam waktu 40 hari sudah pulih benar, dan rasa sakit akan hilang seiring dengan mengeringnya jahitan.
Namun, rasa takut untuk memulai berhubungan intim sangat wajar. Apalagi untuk pertama kalinya. Tapi Anda dapat mengatasinya dengan melakukan foreplay, pemanasan, yang lebih panjang. Cara ini dapat memudahkan timbulnya cairan dalam Miss V sehingga tidak akan menimbulkan rasa sakit. Bila masih terasa sulit Anda dapat menggunakan pelumas atau cairan khusus yang tersedia di apotik. Lebih baik gunakan cairan yang berbahan dasar air.
Mitos: Miss V Melebar
Bayi sebesar 3 kg keluar dari liang Miss V, tentu membuat "properti" sang istri melebar, dan hubungan intim pasti tak nikmat lagi.
Fakta dan Solusi:
Semua wanita yang melahirkan melalui Miss V, apalagi mendapatkan episiotomi, tentu lubang Miss V lebih longgar dari sebelumnya. Namun, ini bisa dipulihkan. Dengan berjalannya waktu, miss V yang pada dasarnya elastis akan kembali ke ukuran semula dan mengencang kembali. Apalagi, jika dibantu latihan kegel.
Meskipun ada kasus ibu yang mengalami pelebaran Miss V tidak normal selepas persalinan. Tapi ini bisa diatasi dengan bantuan dokter. Misal, dengan melakukan operasi pada "properti" sang ibu.
Mitos: 'Milik' Istriku sudah Rusak
"Properti" istri pasti rusak akibat menjadi jalan keluar bayi sebesar 3 kilogram! 'Daerah intim' yang selama ini dimaksudkan untuk bercinta kini menjadi alat tujuan praktis.
Jika ayah ikut menyaksikan proses persalinan mungkin saja terjadi sesuatu dalam alam fikirnya yang menghambat respon seksual. Ini karena respon seksual manusia sangat peka dan lembut. Namun, seiring berjalannya waktu, perasaan ini akan hilang. Para ayah akan kembali menyadari, Miss V memiliki dua fungsi yang sama penting dan ajaib, yang tidak dapat dipisahkan. Bahkan sesungguhnya berkaitan. Yakni, sebagai alat reproduksi yang berlangsung sejenak saja sampai kelahiran bayi, dan sebagai sumber kenikmatan yang akan berlangsung seumur hidup.
Fakta dan Solusi:
Saat ini peranan istrilah yang dibutuhkan. Anda perlu meyakinkan suami bahwa semuanya normal dan baik. Mungkin Anda berdua perlu mengembalikan kenangan saat belum punya momongan atau saat yang paling romantis, misalnya jalan berdua, nonton atau makan di hotel, sekaligus "check in" boleh juga, lho. Dengan begitu, gairah akan lebih besar daripada memikirkan fungsi dan peranan "aset" pribadi Anda.
Mitos: Pasca Melahirkan Istri Tak Seksi Lagi!
Habis melahirkan, tubuh melar, wajah tembam, dan sibuk ngurus bayi. Berdandan tak sempat lagi, aah.. para istri sungguh tak seksi lagi.
Fakta dan Solusi:
Kehamilan selalu disertai dengan kenaikan berat badan. Bobot tubuh ibu akan bertambah dan itu berarti bentuk tubuh berbeda sebelum kehamilan. Tapi pasca bersalin bobot tubuh ibu akan berkurang meskipun tidak langsung kembali normal. Meski demikian, keinginan untuk berhubungan intim tidak selalu berhubungan dengan fisik. Bercinta adalah kebutuhan biologis yang harus dipenuhi.
Selain itu Banyak cara untuk menyembunyikan kegemukan. Bila Anda hendak bercinta sebaiknya gunakan baju yang lebih longgar tapi pendek. Urai rambut untuk menutupi bagian bahu. Gaya ini bisa menutupi kegemukan. Ambilah posisi terlentang saat berhubungan intim sehingga perut yang besar tampak lebih rata.
Mitos: Tangisan Bayi Menurunkan Semangat Bercinta
Libido turun begitu bayi menangis. Apalagi pasangan cepat-cepat mengambil buah hatinya dan melupakan Anda, menyebalkan!
Fakta dan solusi:
Benar, tangisan bayi memang bisa menurunkan gairah bercinta. Sebagai orang tua mungkin Anda lebih berfikir untuk menengok bayi yang menangis daripada meneruskan berhubungan intim. Tapi sebenarnya, Anda masih bisa 'merawat' gairah yang sedikit terganggu.
Sebaiknya, sebelum bercinta susui dulu buah hati, tidurkan dengan hati-hati dan mintalah pengasuh menjaganya selama Anda berduaan dengan suami. Bila mood terlanjur turun, putar saja lagu-lagu romnatis atau film yang dapat membangkitkan hasrat berdua. Jangan malu untuk lebih aktif.
Sumber: Berbagai Sumber
Hubungan Intim Selama Kehamilan
Umumnya pasangan suami istri khawatir berhubungan intim pada saat sang istri sedang mengandung. Ini disebabkan karena banyaknya mitos yang berkembang seputar sex saat hamil. Padahal tak semua yang Anda dengar itu benar lho. Nah, agar Anda tak ragu lagi bermesra-mesraan dengan pasangan, berikut kami berikan panduan bagi Anda.
Banyak mitos yang membuat pasangan takut bercinta saat istri hamil. Padahal banyak posisi yang aman agar sex tetap dapat dinikmati. Banyak mitos yang berkembang mengenai hubungan sex saat hamil. Hubungan sex di kehamilan muda, misalnya, dikatakan bisa mengakibatkan keguguran atau bayi lahir cacat. Sedangkan di kehamilan tua, dikatakan dapat menyebabkan infeksi, bahkan keguguran.
Padahal sebenarnya tidaklah demikian. Jika kehamilan berlangsung normal, pasangan suami istri tetap dapat berhubungan sex sampai saat kantung ketuban janin pecah. Memang, ibu hamil sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter atau bidan jika sebelumnya pernah menjalani perawatan karena melahirkan bayi prematur atau punya masalah lain seperti mulut rahim yang pendek atau sudah membuka, bocornya cairan ketuban, atau perdarahan.
Tapi selama kehamilan berlangsung normal, acara bercinta tidak akan melukai janin, bahkan jika posisi suami berada di atas. Lapisan lendir tebal yang menutupi leher rahim akan membantu melindungi janin dari infeksi. Kantung ketuban dan otot rahim yang kuat juga melindungi janin. Meskipun janin sedikit tersentak setelah ibu mengalami orgasme, hal itu karena terjadinya degup jantung yang lebih kencang. Bukan karena janin tahu apa yang sedang terjadi, atau merasa kesakitan.
Berhubungan seks saat hamil bahkan bagi sebagian wanita terasa lebih enak. Namun bagi sebagian yang lain mungkin tidak. Meningkatnya aliran darah ke area panggul dapat menyebabkan pembengkakan alat kelamin dan mempertinggi sensasi. Namun pembengkakan yang sama membuat wanita yang lain mungkin mengalami perasaan tidak nyaman setelah bercinta.
Sebagian wanita juga bisa mengalami kram perut selama atau setelah bercinta. Payudara menjadi lebih besar dan lebih sensitif, yang menyebabkan perasaan tidak nyaman ketika disentuh atau dicumbu. Wanita akan mengeluarkan cairan yang lebih banyak pada Miss V, yang bisa membuat aktivitas sex lebih menyenangkan, namun juga bisa membuat iritasi pada Miss V. Jika Anda mengamati adanya perubahan mendadak dalam jumlah cairan, atau adanya bau yang tidak biasa, periksakan ke dokter. Anda mungkin mengalami infeksi vagina atau kantong ketuban janin sudah pecah. Yang perlu diingat, ketika kantung ketuban pecah, Anda akan merasakan aliran cairan yang lambat, tidak deras dan banyak.
Kadang selama hamil, ibu hamil tidak merasa mood untuk berhubungan sex. Ini juga normal. Perubahan besar yang terjadi pada tubuh bisa mengakibatkan perubahan pada kehidupan sex juga. Pada sebagian wanita, yang akhirnya merasa bebas dari perasaan cemas mengenai apakah mereka hamil atau tidak, kadang merasa lebih seksi saat hamil dibanding sebelumnya. Tetapi yang lain mungkin terlalu capek atau mual untuk berhubungan intim, khususnya pada trimester pertama.
Trimester kedua biasanya ditandai dengan meningkatnya gairah sex. Namun begitu perut makin membuncit di trimester ketiga, kehidupan seksual pun terpengaruh lagi, karena anda mungkin merasa tidak menarik atau capek, atau takut hal itu berpengaruh pada proses persalinan.
Bagi para suami, kadang mereka melihat pasangan mereka lebih menarik dibanding sebelumnya. Namun ada juga suami yang gairahnya menurun karena khawatir berhubungan intim dapat megganggu kesehatan ibu hamil atau janin, perasaan cemas bakal segera menjadi ayah, atau bahkan perasaan tidak enak karena si janin 'menyaksikan' acara bercinta tersebut.
Posisi yang Nyaman
Berikut ini adalah beberapa posisi yang sudah terbukti aman untuk berhubungan intim saat hamil:
1. Berbaringlah di satu sisi badan. Posisi ini akan membuat pasangan Anda tidak menimpakan berat tubuhnya pada rahim Anda.
2. Gunakan kasur sebagai support. Perut yang membuncit bukan halangan jika Anda berbaring pada punggung, di sisi ujung tempat tidur dengan kaki tertekuk dan pantat serta kaki Anda menumpu pada ujung kasur. Suami bisa berdiri atau berdiri dengan lutut di depan Anda.
3. Berbaring pada satu sisi badan dengan posisi seperti sendok, sehingga penetrasi suami tidak terlalu dalam. Penetrasi yang dalam dapat menyebabkan ketidaknyamanan ketika kehamilan makin tua
4. Lakukan posisi dengan pihak istri di atas, yang tidak memberikan tekanan pada rahim, namun memberikan kontrol penetrasi yang lebih fleksibel.
5. Coba berhubungan intim dengan posisi duduk, di mana Anda duduk di pangkuan suami yang tengah duduk di kursi.
Dengan sedikit bereksperimen, Anda dan suami akan mendapatkan teknik atau gaya bercinta yang sama-sama bisa dinikmati tanpa khawatir mengganggu kehamilan.
Jangan Berhubungan Intim Jika...
Hubungan intim maupun orgasme bukanlah ancaman bagi wanita yang kehamilannya sehat, ataupun untuk janin yang dikandung. Faktanya, banyak pasangan suami istri tetap meneruskan kehidupan sex mereka sampai menjelang kelahiran bayi.
Tapi, jika kehamilan Anda berisiko tinggi atau dokter memperkirakan ada komplikasi, Anda mungkin perlu cuti berhubungan intim. Begitu juga jika Anda mencatat ada gejala yang tidak umum selama atau sesudah behubungan intim, seperti rasa sakit atau pengeluaran lendir, konsultasilah ke dokter atau bidan sebelum berhubungan intim lagi.
Karena orgasme dapat menyebabkan kontraksi rahim ringan, begitu juga prostaglandin yang ada dalam sperma, umumnya dokter dan bidan akan menyarankan Anda untuk tidak melakukan hubungan intim jika Anda mempunyai kondisi-kondisi berikut ini:
* Meningkatnya risiko keguguran
* Plasenta previa atau letak plasenta yang terlalu rendah
* Ada riwayat kelahiran prematur (kurang dari 36 minggu kehamilan)
* Perdarahan keluarnya cairan dari Miss V tanpa alasan jelas
* Kram perut
* Serviks lemah
* Serviks membuka
* Kantung ketuban pecah
* Bekas herpes baik dari Anda maupun suami, yang belum sembuh sempurna.
Sex oral boleh saja dilakukan. Aktivitas ini tidak membahayakan janin, asal kedua belah pihak bebas dari penyakit kelamin. Malah kenyataannya, banyak pasangan yang menganggap sex oral sebagai pengganti jika hubungan intim dianggap terlalu berisiko.
Berbagai Sumber
Ingin Bayi Lelaki atau Perempuan ?
Banyak pasangan yang ingin memilih jenis kelamin bayinya dengan melakukan berbagai cara. Diantaranya mungkin dengan posisi-posisi seksual tertentu. Namun, ada pula pasangan yang memilih jenis kelamin bayi karena faktor kesehatan mengingat beberapa penyakit keturunan sering dikaitkan dengan jenis kelamin. Contohnya, distropi otot, hemofilia, hidrosepalus yang kebanyakan menurun pada anak laki-laki.
Yang Alami
Cara-cara alami ini sudah diteliti para pakar. Dapat dikatakan paling aman dan murah dilakukan dibanding dengan teknologi yang butuh biaya besar. Penelitian para pakar ini meliputi kondisi cairan di vagina, makanan, aktivitas seks dan lain-lain.
Pisang: Bayi Laki-Laki
Mitos di Perancis mengatakan banyak makan pisang bisa memperoleh bayi laki-laki. Prof Dr Jean Choukron, ahli obsteri dari Perancis-lah yang tertarik meneliti hubungan pisang dengan melahirkan bayi laki-laki. Ternyata pisang banyak mengandung sodium dan kalium.
Kemudian Dr Jean mengumpulkan berbagai jenis makanan yang banyak mengandung sodium dan kalium. Hasilnya, selain pisang ya kentang, buah aprikot, buah peach dan daging.
Dr Jean pun melakukan penelitian pada beberapa pasangan yang hanya diberikan makanan mengandung sodium tinggi. Hasilnya 85 % dari mereka melahirkan bayi laki-laki.
Magnesium & Kalium: Bayi Perempuan
Dr Jean juga melakukan penelitian pada makanan yang banyak mengandung magnesium dan kalium. Makanan ini banyak terdapat pada susu yoghurt, kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran, dan mengurangi konsumsi garam.
Hasilnya, ternyata sebagian besar pasangan yang mengkonsumsi makanan yang mengandung magnesium dan kalium berhasil melahirkan bayi yang mereka harapkan yaitu bayi perempuan.
Lelaki Berseks Tinggi
Sedangkan pakar di Texas mengatakan lelaki yang aktif dalam kehidupan seksualnya memungkinkan memiliki bayi laki-laki. Sedangkan yang kurang aktivitas seksualnya lebih memungkinkan memiliki bayi perempuan.
Kesimpulan ini mereka dapatkan setelah melakukan penelitian sperma pada laki-laki beraktifitas seks tinggi dan sebaliknya. Hasilnya lelaki yang beraktivitas seks tinggi dalam spermanya lebih banyak mengandung kromosom y, yaitu kromosom pembentuk calon janin laki-laki.
Cara Jitu dengan Teknologi
Cara alami memang agak repot dan tak semua pasangan sanggup mengikuti aturan yang diharuskan, karena aturannya cukup berat. Ada cara yang lebih jitu yaitu menggunakan teknologi.
Pemisahan Kromosom Ayah
Dengan pewarnaan DNA sperma ayah dapat diketahui mana yang mengandung kromosom X atau kromosom Y. Kromosom pilihan ini dipisahkan lalu dipertemukan dengan sel telur ibu. Dengan proses pembuahan buatan, embrio yang berhasil dibuahi dimasukkan ke dalam uterus ibu. Proses selanjutnya sama seperti proses alami.
Cara ini sudah diujicobakan di peternakan Amerika. Ketika akan dilakukan pada manusia banyak kalangan yang memprotes dengan alasan etis. Walau begitu banyak pasangan diam-diam melakukan cara ini.
Kiat Mendapatkan Bayi Laki-laki
Sperma
Sperma harus memancar di dalam mulut rahim yang terbuka. Jangan di dinding vagina atau di bibir vagina.
Seks
Lakukan hubungan seks 2 minggu setelah mens. Pada ovulasi dan menjelang
ovulasi.
Air Pembilas
Saat akan berhubungan intim sempatkan diri anda membilas vagina dengan cairan alkalin. Bisa didapat dari 2 sendok serbuk baking soda yang dimasukkan ke dalam gayung berisi air hangat.
Penetrasi
Lakukan penetrasi sedalam mungkin sehingga sperma mengarah sedekat mungkin ke leher rahim.
Multi Orgasme
Perbanyak cairan vagina dengan melakukan berkali-kali orgasme, sebelum terjadi ejakulasi.
Kiat Mendapatkan Bayi Perempuan
Sperma
Sebaiknya sperma memancar jauh dari bagian mulut rahim.
Seks
Lakukanlah hubungan intim empat hari setelah ovulasi.
Air Pembilas
Bilas dengan air asam yang bisa anda dapatkan dari satu sendok teh cuka putih dicampur dengan segayung air hangat. Bilaslah 2,5 hari setelah ovulasi.
Penetrasi
Penetrasi tak terlalu dalam sehingga sperma melewati saluran vagina.
Menunda Orgasme
Tundalah orgasme setelah penetrasi dan ejakulasi agar alkalinitas cairan vagina berkurang. Karena cairan vagina mengandung alkalin.
Sumber: perempuan.com